Langsung ke konten utama

Featured Post

Jingga Jiwa

Aku melepas penat Melangkah dalam relung kehampaan Jiwa tenggelam dalam sunyi Jiwa tidak mampu membatu Harapan dan angan Menuntun langkahku Dalam dekap dan rasa Aku bersenandung di keramaian Andai esok, senja tak datang Aku kan merindumu Jalan dan hampa Aku pilu di keramaian Bising hanya sampah Cahaya menjadi kelabu Puing-puing runtuh dimakan waktu Tak ada yang sadar Tak ada yang menganggap Mereka semua tuli dan buta Aku tak mampu lagi Aku tak berharap lagi Andai jiwa datang meronta Andai pilu tak sesakit ini Andai harapan tak mengecewakan Andai yang ku andai bukan andai-andai Aku tak akan sebodoh ini Dalam makna yang kelam Aku merasa bahwa harapan itu palsu Oh raga Mengapa jiwa ini patah Dan rasa tak seindah daya Aku hanya berceloteh Tak ada makna Tak ada rasa Hanya kata-kata sampah yg ada Jiwaku sunyi dan sepi

Jingga Jiwa

Aku melepas penat
Melangkah dalam relung kehampaan
Jiwa tenggelam dalam sunyi
Jiwa tidak mampu membatu

Harapan dan angan
Menuntun langkahku
Dalam dekap dan rasa
Aku bersenandung di keramaian

Andai esok, senja tak datang
Aku kan merindumu

Jalan dan hampa
Aku pilu di keramaian
Bising hanya sampah
Cahaya menjadi kelabu

Puing-puing runtuh dimakan waktu
Tak ada yang sadar
Tak ada yang menganggap
Mereka semua tuli dan buta
Aku tak mampu lagi
Aku tak berharap lagi

Andai jiwa datang meronta
Andai pilu tak sesakit ini
Andai harapan tak mengecewakan
Andai yang ku andai bukan andai-andai
Aku tak akan sebodoh ini

Dalam makna yang kelam
Aku merasa bahwa harapan itu palsu
Oh raga
Mengapa jiwa ini patah
Dan rasa tak seindah daya

Aku hanya berceloteh
Tak ada makna
Tak ada rasa
Hanya kata-kata sampah yg ada
Jiwaku sunyi dan sepi


Komentar